Pendidikan Anak 'n Kecanduan Pornografi

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Pendidikan Anak 'n Kecanduan Pornografi

Post by Muhammad on Mon Apr 21, 2008 7:31 pm

>> Hey Guys and Girls, ane mo sharing mengenai fenomena yang terjadi dalam kehidupan qta dewasa ini, apalagi di masa remaja seperti qta.

Bagi yg belum jadi orang tua, ga salah juga pesan ini dimuat, sebab qta punya adik. yoiyoiyoiyoi.
> Elly Risman
** >> Orangtua, Introspeksilah! << **

> Seperti biasa, ia begitu bersemangat berbicara tentang pendidikan anak,
> bidang yang sangat diminatinya. Pekan lalu, ia berkisah tentang sebuah
> studi yang sudah lama dilakukan oleh seorang psikiater yang juga mantan
> pecandu pornografi, Dr Marlk B Kastleman. Menurut dia pornografi adalah
> /the drug of the new millenium/, alias narkotikanya zaman Milenium,
> ujarnya.
>
> Menurut pengamatan Kastleman, mereka yang terpapar pornografi di usia
> muda sampai usia tua akan sulit keluar dari kecanduan itu. Dia merasa
> berdosa sama istrinya, merasa berdosa sama anaknya. Dan dari situ dia
> mulai mempelajari ulang bagaimana semua ini berlangsung dan apa
> dampaknya terhadap otak anak, ujar Elly. Kepada wartawan /Republika/,
> Damanhuri Zuhri, psikolog dari Yayasan Kita dan Buah Hati bertutur
> banyak tentang dampak pornografi terhadap anak. Berikut ini petikannya:
>
> *Apa yang bisa Anda simpulkan dari temuan Kastleman?*
> Bahwa pornografi ini lebih hebat merusak otak dari pada narkotika,
> kokain sekalipun. Maka disebutlah oleh kelompok /Life Balance Institute/
> sebagai kokain yang lewat mata. Dampaknya ke otak.
>
> *Apa yang ditargetkan para penyedia pornografi?*
> Supaya anak kita memiliki mental model porno. Mental model porno
> misalnya begini, Anda saya tanya, 2 x 2 berapa? Pasti langsung menjawab
> 4. Audiens saya kebanyakan langsung menjawab dengan cepat sekali. Saya
> tanya sudah berapa lama belajar kali-kalian? Jawab mereka sudah lama
> sekali. Pada saat kita menghafal, otak kita membuat jaringan.
>
> Begitu juga pornografi yang ternyata telah masuk ke otak anak kita sejak
> dia sangat balita lewat gambar dari film-film kartun. Anak kita ditaruh
> di depan televisi, sedang kita sibuk berbenah, masak, nyuci dan setelah
> mandi lalu diambil lagi anak itu. Bayangkan ini terjadi bertahun-tahun.
> Jadi, sebetulnya, sebelum diserang oleh media layar sekarang ini, anak
> kita sudah punya lahan yang paling bagus.
>
> Datanglah Play Stasion, dampaknya dahsyat sekali. Belum lagi PS yang
> online, PS biasa saja di tengah-tengahnya ada gambar porno. Itu yang
> sekarang belum dilarang. Jadi, kita sangat bersyukur dengan
> undang-undang anti situs porno. Tapi itu cuma sepersekian dari pada
> kenyataan yang ada di masyarakat yang sudah sempat dilarang sama
> pemerintah. Kemudian komik porno. Itu belum dilarang sama sekali padahal
> komik porno lebih mudah diakses anak dari pada situs yang harganya mulai
> Rp 3500 hingga Rp 8.000 dan itu bisa dicapai anak dengan uang sakunya.
> kemudian dia pinjamkan diantara teman dan itu anak SD.
>
> Nah, anak memiliki mental model porno di kepalanya. Kapan saja dia bisa
> panggil. Kapan mereka panggil? Kalau dia lagi sebal, dia lagi benci,
> kalau dia lagi frustasi, semua emosi negatif. Mengapa? Karena para
> pembuat porno mempelajari bagaimana cara kita mengasuh anak. Itu nanti
> ujung-ujungnya tetap pada ketahanan keluarga.
>
> *Semua kembali kepada keluarga ya?*
> Ya. Ternyata ayah-ayah di Amerika hanya cuma punya waktu 19 menit dengan
> anak-anaknya. Jangan bilang kita punya waktu lebih banyak. Ibu-ibu
> selalu ketawa kalau saya contohkan begini, Ayo nak bangun cepetan.
> ''Berapa menit Bu?'' Setengah menit. Lalu dia mandi dan kita
> beraktivitas yang lain. Menemani anak kita sarapan Cuma tujuh menit,
> salaman setengah menit jadi 7,5 menit di waktu pagi. Siang /nggak/
> ketemu. Sore sekitar segitu.
>
> Kita hidup tergesa-gesa. Kalau ditanya pengen apa? Pasti jawabannya:
> anak yang saleh, ini itu, ini itu. Bagaimana mau didapatkannya anak
> saleh waktunya cuma 19 menit. Kita tergesa-gesa padahal anak kita
> urut-urutannya harus jelas. Dia tertekan oleh 18 mata pelajaran di
> sekolah, belum PR-nya, sekolah /full day school/, sampai rumah dia ingin
> ngomong sama mama-nya, langsung bilang, ''Hei jangan macam-macam, Mama
> capek, lihat /nggak/ Mama capek. Papa juga bilang, ''Eit, Papa belum
> mandi, tadi macet di jalanan. Papa Mandi dulu.'' Setelah mandi Papanya
> pegang remot kemudian /nonton/ televisi, setelah itu dia baca koran.
> Kapan waktu sama anak? Jadi, ini dijadikan selah atau celah pasar kalau
> dilihat dari segi /marketing/-nya, itu celah terbuka.
>
> *Jadi, selama ini para pelaku pornografi itu mengintip?*
> Bukan mengintip. Mereka mengadakan konferensi setahun dua kali menurut
> Dr Marlk B Kastleman. Mengundang semua para pakar, sosiolog, ahli neuro
> sains, psikolog, ekonom. Menurut mereka, kalau sudah melihat 31 sampai
> 36 kali itu akan mengulanginya maka kali yang ke 36 dia dapat anak itu
> sebagai /the future market/ (pasar masa depan) karena anak akan
> kecanduan pada pornografi. Pengetahuan dia tentang seks dan pornografi
> lebih hebat dari pada ayahnya.//
>
> // //
>
> //*Mengerikan sekali ya?*
> Kalau /dibilangin/, orang hanya kaget sesaat, pulang ke rumah lalu
> bingung apa yang harus dikerjakan. Karena /nggak/ ada pembinaan.
> Seharusnya ada program terus-menerus di televisi dan di radio untuk
> mengajarkan itu. Bayangkan, di titik ini anak kita tidak perlu malam
> untuk bermimpi; maninya bisa keluar pagi, keluar siang, keluar sore.
> Apalagi bila sudah keranjingan. Jadi, dia tunggu emosi negatif itu yang
> mencetuskan. //
>
> // Padahal kita /nggak/ mengerti, kita marah-marah terus sama anak.
> Kasih sayang hanya kita terjemahkan sebatas: kita belikan dia komputer
> kemudian disimpan di kamarnya masing-masing/ Kita bangga, kita bilang
> sama tetangga, Alhamdulillah bapaknya lagi dapat rezeki, sekarang
> anak-anak saya pasangin televisi walaupun hanya 14 inch. Kita kasih
> komputer, kita kasih HP berkamera. Kita tidak tahu bagaimana mereka
> menggunakannya. Jadi, kita tidak siap. Anak-anak kita adalah korban
> kita. Maka menghadapinya tidak bisa dengan marah-marah. n dam//
Virus Pornografi itu kalo gak salah "eroto toksin"
bukan hanya dengan memblokir
situs porno atau sejenisnya,
tapi lebih dari itu, benteng dari dalam diri ini yang di perkokoh (iman).
Tidak hanya dari faktor-faktor eksternal, tapi hendaknya kita lebih
instrospeksi,
apa kita juga dulu sampai sekarang pernah liat-liat en nyasar-nyasar ke
situs-2 tsb.
Tapi sebagai orang tua kita juga harus perlu belajar bagaimana cara situs2
itu memasuki media
anak kita, bahkan juga kita sendiri.
Tak usah malu-malu mengakui, bahwa ketika kita masih bujangan pun pasti
pernah nyasar dan sengaja nyasar
untuk melihat barang-barang yang bukan hak kita. Tapi, itu mungkin dianggap
sebagian orang sebagai media
pembelajaran sexual, tapi bagi yang menganggap tabu, itu adalah perbuatan
dosa dan haram yang harus di jauhi.
Ini mungkin di karenakan pendidikan sex yang kurang di keluarga kita,
sehingga kita mencari referensi dgn cara yang salah.
Beberapa cara ara yang paling jitu menghindari
pornografi adalah:
1. Perkuat Iman dan Taqwa kepada Allah, bahwa qta selalu diawasi dilihat dan didengar oleh Nya
2. Perbaiki komunikasi dengan anak (klo yg dah punya anak). klo yg blm punya gimana Om? ya sama
adek2 qta lah.
3. Terangkan masalah seks kepada anak, hanya kepada masalah yang di
tanyakannya, jangan marah bila anak bertanya ttg masalah seks.
4. Bagi pemuda yang sudah waktunya menikah untuk segera menikah, menikah
muda bukanlah aib, tapi itu perjuangan menuju kesempurnaan agama.
5. Jangan mudah terprovokasi oleh perempuan yang mengumbar aurat.
6. Banyak dzikrullah (mengingat Allah)
7. Buka situs internet hanya yang kita butuhkan saja. Untuk keperluan
searching dan online training dll (keperluan positif).
8. yang penting jangan jadi SUKIRNO (suka mikir porno)
Bila kurang tolong ditambahi, bila salah tolong di koreksi, bila bener, mari
di dukung oyi!?


Untuk bekal qta. Nanti qta juga akan berkelauarga dan mempunyai anak, apa qta ingin keluaraga qta menjadi keluarga yg bejat? Tentu pastilah tidak. maka untuk menghindari hal2 yg buruk itu sadarilah dari sekarang.

_________________
GALANG PERSAUDARAN, JALIN IKATAN, KOKOHKAN SOLIDARITAS. SINGKIRKAN PERPECAHAN. SATUKAN PERSEPSI, SAMAKAN VISI. SATU UNTUK SEMUA - SEMUA UNTUK SATU.

Muhammad

Male Jumlah posting : 135
Age : 29
Lokasi : Bekasi-Indonesia
Job/hobbies : mahasiswa / Reading
Registration date : 31.01.08

Lihat profil user http://www.tholibulilmi.multiply.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pendidikan Anak 'n Kecanduan Pornografi

Post by neru on Tue May 06, 2008 12:18 pm

hmm.. menarik
ada link yg bisa dibaca g ?

_________________
Yo, I'm Rahman...
Anneyong Haseo, Rahman e yo...
Konichiwa, Rahman desu...
Hello, Ich bin Rahman...
avatar
neru

Male Jumlah posting : 62
Age : 29
Lokasi : malang
Job/hobbies : college student
Registration date : 09.02.08

Lihat profil user http://www.ethernal.multiply.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik